Tips Menghindari Pergaulan Seks Bebas



FAKTA-FAKTA

Fenomena yang berkaitan dengan masalah penyimpangan seksual remaja tercatat pada data UNFPA (Data Kependudukan PBB) yang menunjukan, setiap tahunnya 15 Juta remaja berusia 15 – 19 Thn melahirkan dan 4,4 Juta diantaranya memilih
aborsi. Sebagian menjalani aborsi yang tidak aman.
Sementara remaja yang melahirkanpun masih beresiko. Hasil penelitian menunjukan melahirkan pada usia kurang dari 18 thn beresiko kematian 2-5 kali lebih tinggi dari usia 20-29thn
Aktifitas seksual remaja merambah ke masalah lain yaitu 100 juta tertular penyakit kelamin. Secara global, 40% dari kasus HIV/AIDS terjadi pada usia 15-24 thn. Ini berarti tiap hari ada 7000 remaja terinfeksi HIV.
Penyimpangan seksual di kalangan remaja,dalam hal ini negara-negara barat, majalah Time (Pikiran Rakyat, 29 Januari 1995) memberitakan tentang gejala aborsi di Negara-negara tersebut.

NEGARA                                           Remaja yang Melakukan  Aborsi ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perancis                                                    180 dari 450
Inggris                                                        175 dari 450
Kanada                                                      180 dari 450
Swedia                                                       210 dari 320
Belanda                                                      50 dari 150

Untuk kondisi di Indonesia, majalah sabili (No 12 Th.XI 1 Januari 2004) melaporkan hasil penelitian tentang penyimpangan seksual di kalangan remaja, yaitu :
1. Hasil penelitian Yayasan Priangan Jawa Barat di tujuh kota besar di JABAR menunjukkan bahwa sebanyak 21% siswa SLTP dan 35% siswa SMU disinyalir telah melakukan homoseksual
2. Hasil survey Pelajar Islam Indonesia (PII) dengan menyebarkan angket ke 400 responden yang berusia antara 12-24 tahun yang berdomisili diberbagai kota di Jawa Barat menunjukkan 75% pelajar dan mahasiswa telah melakukan
3. penyimpangan perilaku 45% melakukan penyimpangan seksual, yang
diantaranya 25% pelajar pria melakukan homoseksual
4. Penelitian terhadap mahasiswi di Jogja yang dilakukan oleh Iip, sebanyak 97% mahasiswi sudah tidak perawan lagi

Melacak lebih jauh persoalan cinta dan seksualitas di kalangan remaja ini, ada sejumlah fakta yang mesti diterima dengan lapang dada dan disikapi secara bijak.
Pertama, banyak remaja memiliki persepsi yang salah tentang cinta. Misalnya, “Cinta
itu memiliki dan harus mau berkorban”. Ketika anugerah cinta singgah di hatinya, ia
tidak rela hubungan cintanya disudahi. Konsekuensinya, ia pun rela melakukan apa
saja yang diinginkan pasangannya, termasuk melakukan perbuatan yang belum layak
mereka lakukan.
Kedua, tawaran erotisme dan stimulasi seksual yang seronok ‐ vulgar, yang
disuguhkan media massa begitu deras mengalir di ruang publik. Hal tersebut sangat
berdampak buruk pada mentalitas para remaja. Tawaran erotisme dan stimulasi
seksual tersebut akan menimbulkan implikasi psikologis di kalangan remaja yang
sedang dalam proses transisi mencari identitas diri.
Ketiga, cinta dan seksualitas merupakan hal yang sangat menarik perhatian remaja.
Hal ini disebabkan karena pada masa remaja tersebut segala perangkat seksualnya mengalami perkembangan pesat dan dorongan seksualnya pun menjadi hal yang sangat akrab dalam kehidupan mereka.
Keempat, cinta dan seks adalah dorongan alami yang tak dapat dipisahkan dalam perkembangan setiap manusia yang normal. Dorongan seks tersebut sering menimbulkan masalah tetapi bukan tidak bisa diatasi. Seks harus dilihat dari konteks kehidupan kita secara utuh, tidak parsial. Dorongan itu bisa disublimasi menjadi potensi yang positif untuk berprestasi bila ditangai secara benar.
Kelima, kini, seks bukan monopoli orang dewasa atau orangtua lagi. Seks juga milik remaja. Nilai seks yang luhur itu pun sudah sedikit demi sedikit meninggalkan ketabuannya. Oleh sebab itu, nilai luhur seks itu harus ditanamkan pada remaja. Kalau dulu orang malu membicarakannya meskipun begitu banyak orang mengalami masalah seks, malu kalau ketahuan punya pacar, sekarang sebaliknya kalau tidak berani berpacaran bisa dinilai kuper dan ketinggalan zaman. Remaja, kini cepat dewasa. Malu kalau sudah duduk di bangku SMP, apalagi SMA belum memiliki pacar.
Keenam, para remaja kita sekarang ini telah mengalami pergeseran nilai yang cukup signifikan terhadap seks ini. Pergaulan bebas, pornografi, pornoaksi, seks bebas (free sex), intercouse, sex pranikah, dan berbagai aktivitas seksual lainnya bukan lagi sesuatu yang asing bagi mereka. Mereka begitu permisif dengan hal‐hal tersebut. Di mata mereka, di dalam seks hanya ada kesenangan. Sementara sisi buram akibat perbuatan mereka hampir tidak pernah dipikirkan.
Ketujuh, banyak remaja yang kurang bahkan tidak mempunyai pemahaman yang memadai tentang masalah cinta dan seks ini. Banyak diantara mereka yang tidak mengenal organ tubuhnya sendiri secara baik, sementara tingkat keingintahuan mereka mengenai masalah seks ini begitu besar. Untuk memenuhi keingintahuan mereka yang begitu besar tersebut, mereka mencarinya secara sembunyi‐sembunyi. Akibatnya, tidak sedikit di antara mereka yang terjebak dalam informasi yang salah bahkan menyesatkan yang dapat membahayakan perkembangan mental mereka.Untuk semua fakta itulah, informasi yang jelas, lugas dan komprehensif perihal makna hakiki cinta dan seks dengan segala dampak yang ditimbulkannya mutlak diperlukan.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku seks bebas.
Pertama, industri pornografi. Luasnya peredaran materi pornografi memberi pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan pola perilaku seks remaja.
Kedua, pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Banyak informasi tentang kesehatan reproduksi yang tidak akurat, sehingga dapat menimbulkan dampak pada pola perilaku seks yang tidak sehat dan membahayakan.
Ketiga, pengalaman masa anak‐anak. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang pada masa anak‐anak mengalami pengalaman buruk akan mudah terjebak ke dalam aktivitas seks pada usia yang amat muda dan memiliki kencenderungan untuk memiliki pasangan seksual yang berganti‐ganti.
Keempat, pembinaan religius. Remaja yang memiliki kehidupan religius yang baik,lebih mampu berkata ‘tidak’ terhadap godaan seks bebas dibandingkan mereka yang tidak memperhatikan kehidupan religius.
Menurut Dr. Boyke Dian Nugraha, seks bebas penyebabnya antara lain maraknya peredaran gambar dan VCD porno, kurangnya pemahaman akan nilai‐nilai agama, keliru dalam memaknai cinta, minimnya pengetahuan remaja tentang seksualitas serta belum adanya pendidikan seks secara reguler‐formal di sekolahsekolah.Itulah sebabnya informasi tentang Makna Hakiki Cinta dan adanya Kurikulum Kesehatan Reproduksi di sekolah mutlak diperlukan.

Tips Menghindari Pergaulan Seks Bebas
Menghindari sex bebas tidak semudah yang kita bayangkan. Meskipun terlihat tidak mudah, tapi sebagai pemilik kehormatan diri tentu akan berjuang keras untuk mengindarinya. Terutama untuk seorang wanita.

1. Pondasi keimanan yang kuat dan sehat. Apapun agama kita, menjadi pribadi dengan karakter iman yang kuat dan sehat akan membentengi kita dari pergaulan bebas. Memperkuat iman sangat penting, karena dengan norma agama membantu kita saat kita dalam kelalaian.

2. Memilih teman pergaulan. Mau tidak mau, memang ini kenyatan. Anda yang sekarang bergaul dengan teman suka merokok, Anda juga terkena asapnya bukan, padahal Anda tidak merokok. Seperti itulah gambarannya. Hindari dekat dengan orang yang cenderung berbuat sex bebas.

3. Menjaga hubungan baik dengan kedua orang tua. Banyak remaja ABG yang suka menentang orang tua hanya karena dinasehati. Orang tua tentu sangat berpengaruh pada pembentukan karakter anak. Jika Anda menemui orang tua Anda adalah orang-orang baik, maka bertahanlah dengan mereka. Jika orang tua Anda termsuk contoh yang kurang baik, Anda dituntut untuk berjuang lebih keras guna menjaga hubungan keluarga.
4. Hindari menonton film berbau seks. Anda mungkin tidak sadar, beberapa cuplikan film akan tertanam di pikiran bawah sadar Anda saat melihat film tersebut. Adegan-adegan syur bisa muncul kapan saja. Bisa memancing hasrat saat bertemu pasangan, dan ada kecenderungan untuk meniru secara sadar maupun tidak.

5. Hindari pembicaraan yang mengarah kepada bumbu-bumbu seksual. Bercanda tentang sex akan membawa suasana memunculkan hasrat. Lekas hindari dan ambil topik lain yang lebih baik untuk dibicarakan.

6. Untuk orang yang sudah mampu dan memiliki hasrat sex, segera saja menikah dengan pasangan yang sudah cocok. Jika belum ada pasangan yang cocok, harus selalu menahan hasrat sex bagaimanapun juga.



dari berbagai sumber






Artikel Terkait life style ,pendidikan seks ,tips gaul ,tips sehat

No comments:

Post a Comment

Jika anda suka,tidak suka atau menganggap biasa-biasa saja artikel yang saya posting,silahkan tinggalkan komentar.No SPAM
Terima kasih atas komentarnya...>>