Tips Menghemat Pengeluaran

Pernahkah Anda mengambil segepok uang dan membuangnya ke toilet? Tentunya tidak bukan? Namun, pada dasarnya itulah yang kita lakukan setiap kali kita menghabiskan uang tanpa berpikir. Baca terus artikel berikut untuk melihat kesalahan-kesalahan umum yang kita buat, dan bagaimana cara menambal kantong bocor, sehingga uang yang susah payah diraih tidak mengucur dengan sia-sia.
Terjebak oleh kata "Obral" (“Sale”)
Berbicara tentang perilaku aneh, bukankah menghabiskan uang untuk menghemat uang adalah salah satunya? Namun, bahkan pembelanja paling hematpun dapat terpengaruh oleh papan harga yang ditempatkan secara strategis, kata-kata penjualan yang menarik dan display produk yang dirancang dengan cantik. Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk sebuah tawar-menawar dadakan? Rata-rata $ 108, menurut jajak pendapat 2009 oleh majalah ShopSmart. Data ini diperoleh dari survei terhadap sejumlah wanita yang membeli barang baru mereka tanpa terencana.
Saran: Jangan tergiur oleh setiap promosi yang Anda lihat. Terutama, berhati-hatilah untuk tawaran berikut ini:
"Beli dalam jumlah besar, hemat sekian rupiah.." Lebih banyak tidak selalu lebih baik. Yang penting adalah harga per unitnya, yang biasanya dapat dilihat pada tag yang dicantumkan oleh toko. Jika tidak, lakukan matematika sederhana: Bagilah harga total paket dengan jumlah unit di dalamnya. Lakukan perhitungan untuk ukuran reguler dan jumbo kemudian bandingkan, maka Anda akan menemukan jawabannya.
"Beli satu, dapatkan barang kedua dengan harga diskon..": konsultan harga menyebut taktik ini sebagai harga nonlinier, di mana semakin banyak Anda membeli,  semakin sedikit harga per item yang harus Anda bayar. Demikianlah tampaknya. Seringkali keuntungan toko sudah tercakup dalam harga promosi. Luangkan satu menit untuk membandingkan harga per item/per unit dengan barang-barang yang bukan bagian dari promosi untuk melihat apakah "tawaran" benar-benar adalah tawaran.
"Waktu penawaran terbatas..": Strategi ini sering digunakan untuk cuci gudang item yang akan kadaluarsa. Sebelum memasukkanbarang ke keranjang belanjaan, periksa masa pakainya, dengan ini Anda tidak akan menghabiskan uang untuk barang yang berakhir di tempat sampah.
"Beli barang X, gratis barang Y ": Terlalu banyak dari kita menganggap "gratis" berarti "baik" dan kemudian membayar harga tanpa melakukan pengecekan ulang. Sebagai contoh, dalam sebuah studi oleh ekonom Dan Ariely, penulis Predictably Irrational, pembeli mal ditawari dua pilihan hadiah oleh Amazon. Tawaran pertama adalah kupon hadiah gratis senilai $ 10, tawaran kedua berupa kupon hadiah senilai $ 20 dengan membayar $ 7. Sebagian besar memilih kupon hadiah gratis senilai $ 10, meskipun tawaran kedua bernilai $ 3 lebih tinggi. Moral cerita: Jika ada sesuatu yang "gratis," lakukan pengecekan lebih teliti dari biasanya, jangan sebaliknya.

Mengalah kepada "Aku Ingin.."  
Ketika anak Anda berada di antara Anda dan lorong kasir, dengan berteriak keras, ia meminta Anda untuk membelikannya permen, pena kerlap-kerlip atau barang penggoda lainnya yang ditempatkan secara strategis, beberapa dolar mungkin tampak tak bernilai untuk solusi masalah Anda. Benarkah itu? Menghabiskan $ 1,99, $ 3.29 dan $ 5,19 seminggu sekali pada pernik-pernik gemerlapan yang berakhir terjepit di bawah kursi mobil, dapat terakumulasi menjadi ratusan dolar per tahun.
Saran: Berdirilah di depan cermin dan berlatihlah mengatakan empat kata penyelamat uang ini: "Tidak hari ini, Sayang" Sekali lagi, dengan tegas dan jelas. Jika Anda tidak ingin menjadi polisi belanja, berikan anak Anda kendali belanja dengan memberinya uang saku mingguan. Jelaskan bahwa bila ia ingin membeli sesuatu, bisa diambil dari uang saku mingguannya itu. Anda mungkin akan takjub saat ia menjadi jauh lebih bijaksana dalam mengelola pengeluarannya sendiri.Photo: Thinkstock

Menggunakan Kartu Kredit untuk Mengumpulkan Hadiah/Poin/Cash Back
Kenyamanan, belanja cepat, pengeluaran yang mudah dilacak, poin berhadiah... sulit untuk menyangkal manfaat dari kartu kredit. Tapi ada satu sisi berbahaya dari kartu kredit, yaitu kita cenderung berbelanja lebih banyak ketika kita menggunakannya. Sebuah studi oleh para peneliti di MIT Sloan School of Management menemukan bahwa orang yang ditawari pilihan untuk membayar dengan kartu kredit, bersedia menghabiskan sampai 100% lebih untuk sebuah barang daripada mereka yang diharuskan membayar tunai. Itu karena kartu kredit menunda beban menghabiskan uang sampai tagihan bulanan tiba. Kartu belanja berhadiah (melalui poin, cash back, diskon restoran atau fasilitas lainnya) bahkan lebih parah. Sebuah studi dari Bank Federal Reserve Chicago menemukan bahwa orang-orang menghabiskan uang lebih banyak ($ ​​79 lebih banyak perbulan) dan meraup lebih banyak utang ($ 191 lebih banyak per bulan) setelah mereka terdaftar dalam program berhadiah cash back daripada ketika mereka menggunakan kartu tanpa penawaran apapun.
Saran: Jangan terbujuk oleh poin kartu kredit atau hadiah. Hadiah kartu kredit membawa tingkat bunga yang lebih tinggi daripada kartu biasa (17,48% berbanding 16,82%, menurut IndexCreditCards.com), sering membebankan biaya tahunan, membatasi rabat dan memiliki aturan ketat tentang apa yang dapat Anda peroleh. Buka mata dan lihat lebih teliti pada kata-kata yang tercetak, pahami persyaratan yang sebenarnya, kondisi dan biaya kartu kredit Anda. Kecuali Anda melunasi semua tagihan Anda setiap bulan, hanya membeli barang yang Anda butuhkan terlepas dari metode pembayaran yang disediakan, dan benar-benar memanfaatkan hadiah yang Anda peroleh, ada kemungkinan Anda merasa bahwa kartu kredit tersebut tidak memberi manfaat yang setimpal..

Belanja Tanpa Berpikir
Ke mana perginya sisa $ 1,092 dari uang kas? Itu adalah jumlah rata-rata uang yang tidak bisa dilacak dari budget tahunan, menurut survei 2009 yang dilakukan oleh Visa, Inc.
Saran:
• Bawalah hanya uang tunai yang harus dibelanjakan. Jangan curang dengan menarik uang ATM atau melakukan pembayaran dengan kartu kredit.
• Tuliskan setiap sen yang Anda belanjakan pada hari tersebut. Catatan itu selalu menjadi pembuka mata Anda.
• Lakukan kegiatan santai bebas belanja. Jalan-jalan sambil berbelanja adalah saat di mana 32% dari responden melakukan belanja tanpa berpikir.
• Lawan keinginan. Tetaplah setia pada daftar belanja Anda, terutama ketika sedang berada di supermarket, pertokoan, mal atau pusat perbelanjaan. Dari semua responden survei, 34% mengatakan bahwa pengeluaran tak terduga mereka umumnya terjadi di supermarket.
Dayana Yochim adalah seorang penulis keuangan yang meliputi isu-isu penghematan dan pengeluaran, dan juga sebagai ahli keuangan konsumen di The Motley Fool.


Dikutip dari: Era Baru News






Google Adsense Profits


Artikel Terkait life style ,tips belanja online ,tips hemat

1 comment:

Jika anda suka,tidak suka atau menganggap biasa-biasa saja artikel yang saya posting,silahkan tinggalkan komentar.No SPAM
Terima kasih atas komentarnya...>>